Pengertian Pancasila Adalah Tujuan, Fungsi dan Proses Perumusan
Pengertian Pancasila Adalah Tujuan, Fungsi dan Proses Perumusan

Pengertian Pancasila Adalah : Tujuan, Fungsi dan Proses Perumusan

Diposting pada

Pengertian Pancasila adalah ideologi bangsa dan negara Indonesia yang mempunyai peran yang sangat besar. Pancasila diketahui berperan sebagai sumber hukum yang menjadi landasan hidup berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia.

Melihat betapa pentingnya pancasila dalam kehidupan bernegara ini, maka sangat penting untuk mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai pancasila.

Supaya pengetahuan mengenai pancasila ini semakin banyak dipahami oleh masyarakat, berikut akan ada penjelasan lengkap mengenai pengertian pancasila dari sudut pandang ahli hingga bagaimana proses perumusan pancasila terjadi.

Pengertian Pancasila Menurut Para Ahli

Pancasila berasal dari bahasa Sanksekerta yang mana terdiri dari dua suku kata yaitu panca dan sila. Panca mempunyai arti lima, sedangkan sila mempunyai arti prinsip atau asas.

Jika merujuk pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat serta dalam memorandum DPR-GR pada tanggal 9 Juni 1966, pengertian pancasila diartikan sebagai sebuah pandangan hidup berbangsa dan bernegara dan telah disahkan oleh PPKI sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Kemudian, selain pengertian pancasila yang tercantum dalam UUD 1945, para ahli atau para tokoh besar bangsa Indonesia juga mempunyai pendapatnya sendiri mengenai pengertian pancasila.

Beberapa diantaranya Ir. Soekarno, Muhammad Yamin, dan Notonegoro. Pendapat mereka mengenai pancasila telah dirangkum sebagai berikut.

Menurut Ir. Soekarno

Ir. Soekarno sebagai bapak negara Indonesia dan pelopor kemerdekaan di Indonesia turut mempunyai pandangan khusus mengenai apa itu pancasila.

Dalam pendapatnya, beliau mengatakan jika pengertian pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia yang sudah lama terpendam dan menjadi bisu dikarenakan pengaruh dari budaya barat.

Disamping itu, Ir. Soekarno juga mengatakan kalau pancasila tidak hanya berperan sebagai falsafah negara saja. Akan tetapi, peranannya sangat luas dan oleh karenanya bisa menjadi falsafah bagi seluruh bangsa Indonesia.

Menurut Muhammad Yamin

Muhammad Yamin menjelaskan jika pengertian pancasila adalah diambil dari dua kata yakni panca yang diartikan lima dan sila yang diartikan sebagai sendi, dasar, asas, serta pengaturan tingkah laku yang baik.

Dari penjelasannya itu, Muhammad Yamin kemudian menyimpulkan jika pancasila adalah lima dasar yang berisikan pedoman-pedoman dan aturan-aturan mengenai tingkah laku yang baik.

Menurut Notonegoro

Notonegoro menjelaskan jika pengertian pancasila adalah dasar dan falsafah bangsa Indonesia yang diharapkan bisa menjadi pemersatu pandangan hidup seluruh masyarakat Indonesia.

Selain itu, pancasila juga diharapkan dapat menjadi lambang persatuan, kesatuan, dan pertahanan bangsa negara Indonesia.

Tujuan Pancasila

Tujuan pancasila secara tidak langsung turut tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat.

Namun, untuk membuat penjelasan tentang tujuan pancasila lebih jelas lagi, berikut telah dirangkum beberapa tujuan tersebut.

  1. Menjamin kebebasan masyarakat Indonesia untuk beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa. Dalam sila yang pertama yang berbunyi ketuhanan yang Maha Esa, menunjukkan jika masyarakat Indonesia tidak hanya menganut satu agama saja seperti Islam, melainkan ada agama lain yang juga dianut oleh masyarakat. Dalam hal ini, maka tujuan pancasila begitu jelas ingin menjamin segala bentuk kebebasan masyarakat dalam beribadah kepada Tuhan dan memberikan keamanan pula saat mereka menjalankan ibadahnya.
  2. Sebagai perantara untuk menyatukan keberagaman pluralistik bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, agama, dan golongan-golongan. Dalam menjadi perantara keberagaman ini, pancasila diharapkan supaya bisa memberikan cerminan kepada masyarakat Indonesia untuk secara adil dan beradab. Tujuan ini sangat sesuai dengan apa yang tertuang dalam sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Menjamin keutuhan bangsa dan negara Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Dengan luasnya wilayah Indonesia sekaligus beragamnya suku dan agama, maka akan sangat mudah terjadi perpecahan dalam bangsa Indonesia ini. Namun, hadirnya pancasila sesuai dengan sila ketiga yaitu persatuan Indonesia, pancasila ditujukan untuk ikut menjamin utuhnya bangsa Indonesia tercinta ini.
  4. Memberikan jaminan akan terpenuhinya hak-hak asasi manusia berdasarkan budaya bangsa serta berjalannya demokrasi sesuai dengan dasar hukum yang ada. Untuk tujuan pancaila ini, bisa dikatakan sangat mencerminkan sila keempat.
  5. Menjamin terwujudnya masyarakat yang hidup secara adil dan sejahtera. Kehidupan yang adil dan sejahtera bagi masyarakat nampaknya menjadi suatu impian yang besar. Diantara kelima sila yang ada, tujuan pancasila yang satu ini begitu mencerminkan makna dari sila kelima.

Fungsi Pancasila

Fungsi dari pancasila dibedakan menjadi dua yaitu fungsi pokok dan fungsi tambahan.

Kedua fungsi tersebut meskipun berperan sebagai pokok dan tambahan, tetapi mempunyai kedudukan yang hampir sama pentingnya. Berikut penjelasan pembagian kedua fungsi pancasila tersebut.

Fungsi Pokok

Fungsi pokok pancasila merupakan fungsi-fungsi utama dari pancasila. Beberapa fungsi pokok itu diantaranya adalah:

  1. Menjadi sumber dari segala sumber hukum yang ada di Indonesia. Dalam fungsi pokonya ini, pancasila menjadi sumber tertib hukum yang harus dijadikan pedoman oleh seluruh masyarakat Indonesia.
  2. Pancasila berfungsi sebagai dasar hukum yang meliputi “geistlichenhintergrund” atau suasana kebatinan yang berasal dari UUD 1945.
  3. Pancasila berfungsi untuk mewujudkan cita-cita hukum sesuai hukum dasar negara, entah itu hukum yang tertulis ataupun yang tidak tertulis.
  4. Memelihara dan memegang teguh moral kemanusiaan yang luhur. Kemudian fungsi yang satu ini sesuai dengan kandungan norma yang ada di pancasila yang mewajibkan segenap jajaran pemerintah dan pejabat negara untuk senantiasa bertindak sesuai dengan moral kemanusiaan yang luhur. Fungsi ini juga selaras dengan pokok pikiran keempat dalam pembukaan UUD 1945.

Fungsi Tambahan

Selain fungsi-fungsi pokok yang telah dijabarkan di atas, pancasila juga dilengkapi dengan fungsi tambahan. Adanya fungsi tambahan ini dikarenakan perwujudan pancasila yang tidak cukup hanya dalam satu hal saja.

Oleh karenanya, harus muncul beberapa fungsi tambahan lain yang ikut mencakup berbagai hal lain. Fungsi-fungsi tambahan ini adalah:

  1. Sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara

Fungsi pancasila yang berperan sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara diharapkan bisa dijadikan oleh masyarakat Indonesia sebagai pedoman atau arahan dalam menjalani kehidupan berbangsa.

Dalam bermasyarakat maupun menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin negara, rakyat dan pemimpin harus beraktivitas sesuai dengan nilai-nilai dalam pancasila.

Fungsi satu ini semakin menunjukkan kalau pancasila tidak terbatas sebagai dasar negara saja, bahkan lebih meluas daripada sekadar dasar negara.

  1. Sebagai jati diri bangsa Indonesia

Indonesia terkenal sebagai negara dengan kebudayaan yang beraneka ragam, tata kehidupan sosial yang berbeda satu sama lain, dan keberagaman dalam hal kepercayaan pula. Keberagaman ini juga yang membawa pada uniknya bangsa Indonesia dibandingkan bangsa lain. D

alam perumusan pancasila, para pendiri negara juga ikut mempertimbangkan keberagaman tersebut sebagai suatu hal yang menjadi dasar terbentuknya pancasila.

Dengan begitu, bisa dikatakan jika pancasila menjadi sebuah pembeda dan ciri khas jati diri negara Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

  1. Sebagai ideologi bangsa Indonesia

Pengertian Ideologi adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, dan kepercayaan yang menyeluruh berhubungan dengan tingkah laku manusia di berbagai bidang kehidupan. Ideologi terbagi menjadi dua macam yaitu ideologi yang terbuka dan ideologi yang tertutup.

Ideologi tertutup adalah ideologi yang mana ide atau pemikirannya berasal dari luar diri masyarakat, oleh karenanya nilai-nilai yang dianut cenderung dipaksakan terhadap masyarakat.

Sementara itu, ideologi terbuka merupakan ideologi yang ide dan gagasannya tidak dipaksakan dan harus berasal dari diri masyarakat itu sendiri.

Pancasila termasuk ke dalam ideologi terbuka yang mana segala bentuk ide, gagasan, cita-cita, dan keyakinan berasal dari dalam diri masyarakat Indonesia sendiri.

Pancasila sebagai sebuah ideologi terbuka, segala bentuk nilai, ide, dan gagasannya bersifat tetap. Akan tetapi, secara perwujudan, bersifat dinamis disesuaikan dengan waktu, tempat, serta kepentingan.

Proses Perumusan Pancasila

Proses perumusan pancasila dimulai dengan diadakannya sidang BPUPKI. Sidang ini berlangsung dalam beberapa kali. Pertama, diadakan sidang panitia Sembilan, kemudian sidang kedua adalah sidang dengan BPUPKI dan akhirny pancasila mulai disahkan sebagai filsafat dan ideologi negara Indonesia.

Sidang yang pertama dilakukan mulai tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dan sidang yang kedua dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai 16 Juli 1945.

Tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno berpidato memperkenalkan rumusan dasar negara Indonesia dan menyebutnya sebagai “Pancasila”. Pidato yang disampaikan oleh Ir. Soekarno tersebut bertepatan dengan diadakannya sidang BPUPKI.

Dalam pidatonya, Ir. Soekarno menyebutkan 5 asas dasar negara yaitu

  1. Nasionalisme atau kebangkitan nasional.
  2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan.
  3. Mufakat atau demokrasi.
  4. Kesejahteraan sosial.
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan.

Setelah Ir. Soekarno mengemukakan gagasannya mengenai 5 asas dasar negara tersebut, Muhammad Yamin juga ikut menyumbangkan pemikirannya mengenai 5 asas dasar negara.

5 asas dasar negara yang dikemukakan oleh Muhammad Yamin adalah :

  1. Peri kebangsaan
  2. Peri kemanusiaan
  3. Peri ketahanan
  4. Peri kerakyatan
  5. Kesejahteraan rakyat

Kemudian, disusul dengan Soepomo yang juga ikut memberikan gagasannya mengenai rumusan 5 dasar negara. Dalam pendapatnya, Soepomo menyebutkan :

  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan
  4. Lahir batin
  5. Musyawarah dan keadilan rakyat

Setelah perundingan yang cukup panjang dari satu sidang ke sidang yang lain, barulah pancasila yang memuat 5 asas dasar negara mulai disahkan di tanggal 18 Agustus 1945. Untuk urutan rumusan pancasila yang telah disahkan tersebut berbunyi sebagai berikut:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sila pertama dirumuskan sebagai basis dari pancasila dan puncak dari pancasila merupakan sila kelima. Sila kelima menjadi sila puncak dikarenakan fungsinya yang begitu pentig sebagai perwujudan dari empat sila yang lain.

Lalu, secara dimensi, sila pertama memuat dimensi vertikal, sementara itu, sila yang lainnya memuat dimensi horizontal. Kedua dimensi tersebut saling berhubungan sehingga keberadaan kelima sila itu tak bisa dipisahkan satu sama lain.

Kelima asas dasar negara tersebut juga dimuat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Ir. Soekarno kemudian menyatakan jika tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya pancasila dan dengan demikian pancasila sah menjadi dasar negara kesatuan republik Indonesia.

Nah, selesai sudah penjelasan mengenai pancasila dari segi pengertian sampai proses perumusannya. Pancasila sebagai dasar negara bersamaan dengan fungsinya yang lain sangat wajib untuk dilestarikan.

Salah satu bentuk pelestariannya bisa dilakukan dengan mengenalnya lewat penjelasan di atas dan mengamalkan nilai-nilai yang dikandung dalam pancasila di kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *