Pengertian Demokrasi Adalah Sejarah, Jenis dan Contohnya
Pengertian Demokrasi Adalah Sejarah, Jenis dan Contohnya

Pengertian Demokrasi Adalah : Sejarah, Jenis dan Contohnya

Diposting pada

Demokrasi bukan lagi suatu istilah yang asing di telinga masyarakat. Terlebih negara Indonesia juga termasuk negara demokrasi.

Namun, meskipun istilah ini sudah tidak asing bagi masyarakat, sudah tahukah kamu mengenai apa itu demokrasi, sejarahnya, jenis-jenisnya, hingga contoh demokrasi?

Pengetahuan mengenai demokrasi ini dinilai sangat penting karena masih banyak yang tahu mengenai istilah ini, tetapi tidak tahu secara lebih dalam mengenai demokrasi.

Nah, untuk itu, simaklah penjelasan tentang demokrasi yang akan dijabarkan secara lengkap berikut.

Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

Secara bahasa, istilah demokrasi diambil dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani yakni ‘demos’ dan ‘cretein’ atau ‘cratos’. ‘Demos’ diartikan sebagai rakyat atau penduduk, sedangkan ‘cretein’ atau ‘cratos’ diartikan sebagai kedaulatan atau kekuatan.

Dari penjelasan secara bahasa tersebut, demos-cratein atau demos-cratos kemudian diartikan sebagai sistem pemerintahan yang dianut oleh suatu negara di mana kekuasaan dan kedaulatan berada di tangan para rakyat.

Sehingga, dalam hal ini, keputusan berada di tangan rakyat, dan pemerintah yang memimpin berasal dari rakyat, dan ditujukan untuk kemakmuran rakyat.

Kemudian, beberapa ahli juga telah mengemukakan pendapatnya mengenai demokrasi dan dapat disimak lewat penjelasan berikut ini:

Menurut Sidney Hook

Demokrasi dalam pandangan Sidney Hook adalah suatu bentuk pemerintahan yang mana keputusan-keputusan yang diambil pemerintah baik secara langsung atau tidak disesuaikan dengan kesepakatan secara mayoritas dari rakyat.

Dalam pendapatnya, Sidney Hook menulis jika rakyat yang dimaksud adalah rakyat dewasa atau dalam artian yang sudah memenuhi cukup umur untuk menentukan keputusan dan beraspirasi.

Menurut Joseph A. Schemer

Menurut Joseph A. Schemer, Pengertian demokrasi adalah perencanaan institusional yang dilakukan untuk mendapatkan keputusan politik dan rakyat mempunyai kekuasaan untuk menentukan keputusan tersebut.

Lebih lanjut, Joseph A. Schemer juga menambahkan jika suara rakyat adalah hal yang penting dalam demokrasi.

Menurut Philippe C. Schmitter & Terry Lynn Karl

Philippe C. Schmitter dan Terry Lynn Karl menyebutkan jika pengertian demokrasi adalah bentuk sistem pemerintahan dengan pemerintah diberikan tanggung jawab di wilayah publik oleh rakyat dan para rakyat secara tidak langsung ikut andil lewat wakil mereka yang terpilih untuk membantu tugas pemerintah.

Menurut Henry B. Mayo

Dalam sudut pandang Henry B. Mayo, pengertian demokrasi adalah sistem politik yang di dalamnya kebiakan umum ditentukan berdasarkan suara rakyat melalui wakil mereka yang telah dipilih lewat pemilihan-pemilihan secara berkala, didasarkan dengan prinsip kesamaan politik, dan diselenggarakan sesuai dengan terjaminnya kebebasan politik.

Dalam pengambilan atau penentuan keputusan, wakil-wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat itu diawasi secara efektif pula oleh rakyat.

Menurut Affan Ghaffar

Affan Ghaffar mengartikan demokrasi menjadi dua bentuk yaitu secara normatif dan empirik. Secara normatik di sini diartikan sebagai demokrasi yang ideal untuk sebuah negara, sementara itu, demokrasi empirik merupakan demokrasi yang perwujudannya ada di dunia politik praktis.

Menurut Nurcholis Madjid

Pengertian demokrasi menurut Nurcholis Majid yang dikutip dalam Sukron Kamil (2002) menyatakan jika demokrasi bukan sebuah kata benda.

Melainkan demokrasi adalah kata kerja yang didalamnya mengandung proses yang dinamis. Lebih lanjut, demokrasi dikatakan sebagai proses menuju serta menjaga masyarakat sipil untuk menghormati dan mengupayakan dalam realisasi nilai-nilai demokrasi.

Nurcholis Majid juga mengatakan kalau demokrasi mempunyai 7 norma-norma hidup atau pandangan demokratis diantaranya pentingnya kesadaran pluralisme, musyawarah, pertimbangan moral, pemufakatan yang jujur dan sehat, pemenuhan dalam segi ekonomi, kerja sama antar warga untuk meyakini itikad baik dari masing-masing, dan pandangan hidup demokratis harus menyatu dengan pendidikan demokrasi.

Sejarah Demokrasi

Apabila membicarakan tentang sejarah demokrasi, rasanya kurang pas jika tidak membahasnya dari sejarah awal mula munculnya demokrasi.

Konsep demokrasi ini mula-mula dari masyarakat Yunani Kuno yang mempunyai pemikiran tentang hubungan negara dan hukum dan kemudian dipraktekkan dalam kehidupan bernegara di abad 4-6 masehi. Jenis demokrasi yang dipraktekkan dalam masa itu termasuk ke dalam demokrasi langsung.

Menjelang abad pertengahan, konsep demokrasi tersebut berangsur-angsur tidak berlaku lagi. Kemudian, pada lahirnya magna charta atau piagam besar antara kaum bangsawan dan Raja John di Inggris yang menjadi momentum baru munculnya demokrasi empirik.

Selain dari momentum tersebut, gerakan renaissance di Eropa juga ikut mendukung akan pemikiran mengenai demokrasi lewat berkembangnya pengetahuan tentang pentingnya hak hidup, hak kebebasan, serta hak memiliki.

Lalu, memasuki abad 19, demokrasi konstitusional mulai muncul dan dari demokrasi ini, lahirlah demokrasi baru yaitu welfare state.

Kemudian, jika berbicara mengenai sejarah atau perkembangan demokrasi di Indonesia bisa dikatakan cukup fluktuatif dikarenakan perlunya menyusun dan menerapkan sistem politik dengan kepemimpinan yang kuat dan dibarengi dengan partisipasi rakyat.

Namun, jika dibedakan dari satu masa ke masa yang lain, demokrasi di Indonesia dapat dibedakan ke dalam 4 masa, diantaranya adalah:

  1. Masa Republik Indonesia I: Dalam masa ini disebut juga dengan masa demokrasi konstitusional yang mana lebih menonjolkan peran dari partai-partai serta parlemen. Oleh karena hal ini, demokrasi ini juga kerap disebut dengan demokrasi parlementer.
  2. Masa Republik Indonesia II: Masa demokrasi ini disebut dengan demokrasi terpimpin. Dalam demokrasi ini, banyak aspek yang berlaku menyimpang dari demokrasi konsititusional sebagai demokrasi landasannya. Dari demokrasi ini pula sedikit banyak telah menunjukkan kecenderungan ke demokrasi rakyat.
  3. Masa Republik Indonesia III: Dalam masa demokrasi III ini disebut dengan demokrasi pancasila yang dalam penerapannya berdasarkan dengan demokrasi konstitusional dengan lebih menonjolkan pada sistem presidensil.
  4. Masa Republik Indonesia IV: Masa ini berlangsung paska reformasi di tahun 1998 hingga sekarang. Dalam masa demokrasi ini terjadi banyak perubahan mulai dari jumlah partai politik hingga proses pemilihan pemimpin yang dilaksanakan secara langsung.

Jenis Demokrasi

Demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan mempunyai banyak jenis dan didasarkan pada 3 hal yaitu ideologi, cara penyaluran kehendak rakyat, serta titik perhatian. Untuk selengkapnya mengenal tentang jenis-jenis demokrasi tersebut dapat disimak lewat rangkuman berikut.

Berdasarkan Ideologi

Didasarkan pada ideologi, demokrasi terbagi menjadi 2 yaitu demokrasi konsititusional dan demokrasi rakyat.

  1. Demokrasi Konstitusional

Demokrasi konsititusional atau disebut juga dengan demokrasi liberal adalah demokrasi yang menekankan kebebasan individu dengan ciri-ciri tertentu.

Ciri-ciri tersebut bisa terlihat dari adanya kekuasaan pemerintah yang terbatas dan tidak diperbolehkan untuk terlalu banyak bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. Dalam artian, kekuasaan pemerintah dalam demokrasi ini dibatasi oleh adanya konstitusi.

  1. Demokrasi Rakyat

Demokrasi rakyat merupakan jenis demokrasi yang menginginkan kehidupan masyarakat tanpa adanya kelas atau kasta sosial serta tanpa adanya kepemilikan secara pribadi.

Sistem demokrasi ini sering dijuluki dengan demokrasi proletar yang cenderung berhaluan marxisme-komunisme.

Sistem demokrasi ini pernah berlaku di beberapa wilayah Eropa Timur diantaranya Polandia, Cekoslovakia, Rumania, Hungaria, Bulgaria, dan Yugoslavia.

Berdasarkan Cara Penyaluran Kehendak Rakyat

Jenis demokrasi yang didasarkan pada cara penyaluran kehendak rakyat terbagi ke dalam 3 jenis yaitu demokrasi langsung, demokrasi perwakilan, dan demokrasi perwakilan sistem referendum.

  1. Demokrasi Langsung

Seperti yang telah dikupas dalam sejarah demokrasi, demokrasi langsung pernah berlaku di Yunani Kuno.

Dalam sistem demokrasi ini, rakyat secara langsung diperbolehkan untuk mengutarakan pendapatnya dalam suatu rapat atau pertemuan yang akan dihadiri secara langsung oleh rakyat.

Umumnya, jenis demokrasi ini bisa diterapkan jika jumlah penduduk atau rakyat suatu negara tidak dalam jumlah banyak.

  1. Demokrasi Perwakilan

Ketahuilah bahwa demokrasi perwakilan atau demokrasi representatif adalah sistem demokrasi yang mana rakyat mempunyai hak untuk mengutarakan atau menyalurkan kehendak memilih wakilnya dalam parlemen.

Demokrasi ini kebanyakan diterapkan dalam sistem pemerintahan banyak negara. Hal ini dikarenakan jumlah masyarakat yang semakin bertambah, sehingga penerapan demokrasi seperti demokrasi langsung akan sangat sulit untuk dilakukan.

  1. Demokrasi Perwakilan Sistem Referendum

Demokrasi perwakilan sistem referendum adalah demokrasi gabungan dari demokrasi langsung serta demokrasi perwakilan.

Dalam demokrasi ini, rakyat akan memilih wakil rakyat mereka sendiri untuk duduk di lembaga perwakilan. Akan tetapi, lembaga perwakilan akan terus dikontrol oleh rakyat dan rakyat mempunyai pengaruh penting menggunakan sistem referendum.

Berdasarkan Titik Perhatian

Macam-macam dari demokrasi yang berdasarkan titik perhatian terbagi ke dalam 3 macam yaitu demokrasi formal, demokrasi material, dan demokrasi gabungan.

  1. Demokrasi Formal

Demokrasi formal mempunyai julukan lain yaitu demokrasi liberal. Dalam penerapannya, demokrasi formal menjunjung tinggi persamaan dalam politik, sehingga dalam demokrasi ini, setiap orang mempunyai hak dan derajat yang sama.

  1. Demokrasi Material

Berbeda dengan demokrasi formal yang menjunjung tinggi persamaan dalam politik, demokrasi material lebih menjunjung persamaan dalam bidang ekonomi. Oleh karenanya, kesamaan dalam politik kurang diperhatikan.

  1. Demokrasi Gabungan

Demokrasi gabungan dapat diartikan sebagai demokrasi yang mencoba menggabungkan demokrasi formal dan material.

Hanya saja, penggabungan dua demokrasi tersebut hanya mengambil nilai-nilai yang dinilai baik dan menghilangkan nilai yang dinilai tidak bagus untuk negara.

Dalam penerapannya, setiap hak dan derajat rakyat diakui secara sejajar, namun segala aktivitas masyarakat dibatasi demi kesejahteraan rakyat itu sendiri.

Contoh Demokrasi

Supaya pemahaman akan demokrasi lebih terasa konkrit, berikut akan diberikan beberapa contoh penerapan demokrasi dalam kehidupan sehari-hari terutama berhubungan dengan kehidupan bernegara.

Pembagian kekuasaan berdasarkan trias politica

Contoh yang pertama adalah adanya pembagian kekuasaan di negara demokrasi berdasarkan prinsip trias politica sesuai pendapat John Locke. Trias politica tersebut membagi kekuasaan menjadi 3 yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif

Pemilu

Contoh berikutnya adalah adanya pemilihan umum atau pemilu. Negara yang menggunakan sistem pemerintahan demokrasi harus terwujud dalam kedaulatannya yang mendengarkan aspirasi rakyat.

Caranya adalah dengan mengadakan pemilihan umum yang mana rakyat bebas menentukan pilihan siapa wakil rakyat yang dipilihnya.

Pemerintahan berdasarkan hukum

Hukum dalam negara yang menganut sistem demokrasi adalah instrumen yang paling utama dalam mengatur segala kehidupan bernegara.

Indonesia sendiri sebagai negara yang menganut demokrasi juga menggunakan hukum sebagai instrumen dengan kedudukan paling tinggi.

Kebebasan pers

Suatu negara yang menganut demkrasi harus menjunjung tinggi serta menjamin kebebasan pers. Dalam hal ini, pers mempunyai wewenang untuk menyuarakan segala informasi dan aspirasi terhadap pemerintah ataupun mengenai seorang pimpinan dan pejabat pemerintahan.

Demikian rangkaian penjelasan mengenai pengertian demokrasi. Dengan mengetahui lebih dalam mengenai demokrasi, diharapkan istilah satu ini bisa dipahami dengan utuh sebagai pedoman untuk hidup bernegara.

Terutama bagi negara Indonesia yang mana menganut sistem demokrasi sebagai sistem pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *